Wednesday, April 8, 2020

#DIRUMAHAJA TAMBAH NGIRIT ATAU NGOROT?

Selama #dirumahaja tambah ngirit apa ngorot mak?

Udah hampir sebulan nih kita menjalani physical distancing dengan #dirumahaja untuk mencegah penyebaran virus corona. Anak-anak school from home, para pekerja juga banyak yang work from home.

Logikanya ketika semua pada di rumah, anggaran keluar rumah jadi berkurang, harusnya lebih ngirit ya. Tapi benarkah demikian?




Beberapa emak di timeline nya justru mengaku tidak demikian dengan #dirumahaja pengeluaran malah lebih besar. Wah kenapa ya?
Untuk itu emak tertarik menguraikan satu persatu, kira-kira apa yang membuat #dirumahaja bisa tambah ngirit ataupun tambah ngorot. Cekidot yuk, nanti kamu juga bisa menambahkan di kolom komen ya analisismu sendiri.

#dirumahaja tambah ngirit karena..

1. Anggaran transportasi berkurang. Bensin jadi lebih ngirit karena mobilitas jauh lebih berkurang, paling kalo keluar-keluar cuma ke minimarket terdekat untuk beli kebutuhan. Anak-anak yang ikut antar jemput juga libur kan, lumayanlah bisa saving money lagi.

2. Uang jajan anak bisa dipotong, xixixi. Iya ini bisa jadi salah satu alasan memotong uang jajan anak. Karena ngga jajan dan makan di luar jadi uang sakunya ngga sebanyak kalo berangkat sekolah.

3. Anggaran jalan-jalan dan jajan-jajan-jajan aman. Kalo biasanya tiap weekend kita ada anggaran buat jalan-jalan sekarang anggaran itu udah aman. Lumayan kan, seklai jalan minimal 200 ribu buat transportasi dan jajan, dikali 4 jadi 800.000

4. Potongan uang SPP bulanan. Beberapa emak mengabarkan spp bulanan anaknya ada yang mendapat diskon selama #sfh ini.

Nah kalo dilihat dari 4 poin di atas, harusnya sih bisa banyak berhemat di masa #sfh dan #wfh seperti saat ini, tapi kenapa ada yang bilang bukannya ngirit malah ngorot ya? Kira-kira pengeluaran tambahan apa yang membuat emak-emak jadi tambah ngorot?

Pengeluaran tambahan saat #dirumahaja:

1. #dirumahaja membuat kita jadi lebih cepat lapar. Dikit-dikit anak ngintip kulkas cari cemilan, cari apa yang bisa dimasak secara cepat untuk dimakan. Kalo di sekolah kan waktu istirahat cuma 2x, di luar waktu itu ngga boleh makan, jadi aman, nah ini di rumah, jam istirahat sak wayah-wayah pengen ngunyah 


2. Beralih ke delivery. Kita emang ngga pergi jalan-jalan, sehingga irit anggaran jajan di luar tapi jajan juga bisa dari rumah kan, tinggal pencet-pencet go food/grabfood/delivery food lainnya, bocor deh bocor.

3. Tambah anggaran buat kuota internet untuk yang ngga pakai wifi di rumahnya. Yang asalnya ngisi paket data 50ribu cukup karena bisa wifi an di kantor, sekarang harus nambah berkali lipat karena tugas-tugas sekolah anak maupun interaksi dengan kantor melalui daring.

Baca juga: Tips Mengajarkan Anak Mengelola Keuangan

4. Belanja yang asalnya bisa tar tir nunggu ada promo sekarang udah ngga bisa lagi. Karena kebanyakan dari kita pasti sekali keluar belanja langsung belanja banyak biar ngga sering keluar rumah (Thanks urun pendapatnya mba Martha)

Nah itu dia yang bisa mengurangi maupun menambah pengeluaran saat #physicaldistancing #dirumahaja. Jadi... #dirumahaja tambah ngirit apa ngorot mak?

No comments:

Post a Comment

Maaf ya iriters karena banyaknya spam yang masuk, semua komen dimoderasi dulu. Terimakasih sudah berkunjung :)