Wednesday, April 10, 2019

Rugi Celana Dalam Gegara Bodi Melebar

Ditulis oleh: Farid Syafrodhi

Memilih celana dalam (CD) itu seperti memilih jodoh. Harus cocok dengan karakter kita, nyaman, nggak nyusahin dan nggak boleh dicoba sebelum ada mahar.

Bagi saya, pengalaman memilih dan membeli celana dalam (CD) adalah salah satu pengalaman yang menyusahkan. Lha bagaimana nggak menyusahkan, wong pas mau beli itu nggak boleh dicoba dulu, jhe. Lain kalau kita beli kemeja, kaus, jaket, sepatu dan sebagainya. Kita boleh nyoba dulu dan merasakan gimana nyamannya barang yang mau kita beli, sebelum kita membayar di kasir.



Nah Kamis pekan lalu, saya punya pengalaman nggak mengenakkan pas beli celana dalam. Waktu itu saya beli CD di salah satu swalayan di Ungaran, Kabupaten Semarang. Saya memutuskan untuk membeli celana dalam lagi karena beberapa koleksi celana dalam saya di rumah sudah banyak yang usang. Bahkan beberapa di antaranya ada yang karetnya sudah melar dan benangnya lepas. Jadi udah nggak nyaman dipakai.
Setelah saya tanya-tanya kepada pramuniaga swalayan, saya diarahkan ke rak yang hanya berisi celana dalam pria. Di rak tersebut sudah berjajar rapi celana dalam yang dikemas dalam ratusan pak kotak mika. Satu pak berisi 2-3 celana dalam dengan beragam warna. Mata saya langsung berbinar melihat begitu banyak celana dalam dengan beragam warna, merek dan model. Eits, meskipun di rak ada berbagai model celana dalam, tapi saya sudah teteg punya pilihan celana dalam merek apa dan ukurannya berapa yang harus saya beli.

Maka tak perlu waktu lama, saya pun langsung mencari celana dalam dengan merek yang sudah saya hafal. Ternyata barang yang saya inginkan berada di rak paling bawah. Nah, tinggal nyari ukurannya nih. Ada yang bisa nebak ukuran celana dalam saya berapa? Hehehe. 

Kalau kebanyakan orang merasa senang ketika menemukan barang yang mereka cari, lain halnya dengan saya yang telah menemukan celana dalam yang selama ini saya cari. Saya justru galau karena saya ragu apakah akan membeli celana dalam yang sama dengan setahun yang lalu atau tidak. 

Jadi setahun yang lalu tuh saya pernah menemukan celana dalam ukuran medium (M) yang sangat nyaman banget buat saya pakai, di swalayan tersebut. Kalaupun saya ingin membeli celana dalam lagi, tentu saya sudah punya referensi mereknya, karena udah pasti terbukti merek tersebut cocok dan 'klop' banget dengan ukuran badan saya.

Pengalaman aja sih, selama setahun memakai celana dalam merek tersebut, saya justru merasa kayak gak pake celana dalam. Eh tapi bukan berarti saya ini nyaman kalo gak pake celana dalam lho ya, tapi itu lebih karena mungkin bahan kainnya yang adem, jadi enak aja kalo dipakai. Terus warnanya juga nggak norak dan memiliki model yang beragam. 

Saking banyaknya ragam model celana dalam yang mau saya pilih, si Mbak pramuniaga beberapa kali harus menengok saya yang sambil jongkok memilih celana dalam. Mungkin si Mbak berpikir, "Ini orang kok lama banget milih celana dalam. Jangan-jangan cuma kamuflase milih-milih padahal mau nguntit, nih." Nah akhirnya saya beli 2 pak yang model sporty boxer dengan ukuran yang sama dengan setahun yang lalu. Harganya memang nggak sampai Rp200.000, tapi bagi saya yang isi dompetnya pas-pasan, harga segitu dapat enam celana dalam ya agak mahal.

Lantaran celana dalamnya nggak boleh dicoba dulu sebelum dibeli, ya setelah saya sreg memilih sesuai dengan hati nurani, saya pun langsung bayar di kasir. 

Sesampainya di rumah, saya coba pakai satu celana dalam dulu. Tahu apa yang saya rasakan? Saya KECEWA BERAT karena ternyata celana dalam ukuran medium itu nggak pas alias terlalu kecil untuk tubuh saya!!! Waduh!!! Lha ini berarti keenam celana dalam yang sudah terlanjur saya beli nggak muat semua dong di tubuh saya??? Lah ini sih namanya nggak jadi "berjodoh", tapi ceroboh milih "jodoh". Duh, apes tenan.

Okelah, saya nggak nyalahin siapa-siapa dalam hal ini, karena memang fix dari awal saya yang salah. Saya benar-benar nggak sadar kalau ternyata badan saya semakin melar. Setahun lalu berat badan saya sekira 65 kilogram. Dan sekarang BB saya nambah jadi 75 kilogram. Ya pantesan aja saya merasa tersiksa ketika memakai celana dalam ukuran M. Dengan BB segitu, seharusnya saya memilih ukuran L atau XL.

Tapi saya justru berterima kasih kepada celana dalam baru saya yang sekarang masih teronggok di almari itu, karena berhasil menyadarkan kalau sekarang saya jadi agak gendutan. Saya nggak mau BB saya nambah lagi. Cukuplah maksimal 75 kilogram itu aja dan lambat laun merosot jadi seperti semula dengan berat badan ideal antara 60-65 kilogram. Pedih rasanya.

Sebagai bahan pelajaran biar nggak ada pembaca yang bernasib sama dengan saya, berikut saya sertakan tips bagaimana memilih celana dalam yang pas tanpa harus terlebih dulu mencobanya.

Pertama, sebelum berangkat membeli celana dalam, sebaiknya timbang berat badan atau ukur lingkar pinggang. Dengan mengetahui berat badan, maka akan memudahkan kita dalam memilih celana dalam. Sedangkan ukuran lingkar pinggang bisa sebagai acuan ukuran celana dalam juga. Saya sarankan saat pergi ke toko, Anda memakai ikat pinggang. Ketika Anda menemukan celana dalam yang cocok, copot ikat pinggang Anda dan carilah celana dalam yang sekiranya dapat menyesuaikan dengan ikat pinggang tersebut.

Kedua, jangan canggung untuk bertanya kepada pramuniaga mengenai bahan dan model celana dalam yang cocok untuk kita pakai. Contohnya saya nih. Saya ngerasa nggak nyaman aja kalau pakai celana jins dengan daleman jenis boxer. Akhirnya demi kenyamanan, saya kurangi memakai celana jins dan memilih celana kain atau celana training. Selain itu, tanya juga ke pramuniaga mana celana dalam yang lebih awet.

Ketiga, utamakan kenyamanan dan kesehatan. Yang namanya celana dalam itu kan bersinggungan langsung dengan alat vital kita. Gesekan yang terjadi secara repetitif antara celana dalam dengan kulit kita, itu lama-lama bisa menimbulkan panas dan iritasi loh. Apalagi kalau celana dalam yang kita pakai terlalu kecil. So, be careful ya gaes.

Semoga bermanfaat. Sekian.

7 comments:

  1. Wkwkwk mau irits malah jadi sia-sia ya mbak. Saya juga sering galau sih di depan etalase celana dalam. Ada modelnya lucu tapi ukurannya nggak muat. Tapi yang ukuran saya adanya cuma model polos. Padahal kenapa pusing-pusing ya kan cuma dilihat diri sendiri dan suami doang, xixixi.

    ReplyDelete
  2. Repot juga ya mbak...kalau aja celana dalam bsa dicobain dulu...;)
    Saya juga sering rugi, biasanya pake hipster atau bikini size nya sama, pas beli French cut brief, size yang sama justru kegedean

    ReplyDelete
  3. Memang memilih CD itu susah susah gampang karena berhubungan dengan kenyamanan.

    ReplyDelete
  4. mbak aku ngakak banget baca ceritanya ini kok kayak pengalamanku aja...karena celana dalam di rumah kan selalu molor yah jadi nggak bisa jadi patokan ukuran heheheh Jadilah tiap tahun bisa-bisa selalu nambah size

    ReplyDelete
  5. hahaha, mak irit sampai segitunya di komik, tapi tipsnya boleh juga nih

    ReplyDelete
  6. Haahaaa sama kaya waktu saya nganter istri beli CD ...Cuma karena sudah sering ngalamin kekecilan dalam membeli CD akhirnya setiap keMall atau toko pakaian bawa tali atau sejenisnya yang sudah diukur pas sama pinggang..😄😄


    Yaa memang aneh sih KeMall atau toko bawa2 Tali atau tali meteran 😂😂😂😂😂

    ReplyDelete
  7. Walaaaah..... jadi semangat diet dong jadinya. hahahaha.
    Lagian Mbak, masa sih beli dengan ukuran setahun lalu. Yang biasa dipakai kan sudah melar di sana-sini... hihi

    ReplyDelete

Maaf ya iriters karena banyaknya spam yang masuk, semua komen dimoderasi dulu. Terimakasih sudah berkunjung :)