Tuesday, August 6, 2019

Menolak Digaji 8 Juta, Memang Gaji Fresh Graduate Harusnya Berapa?

Ditulis oleh: Bethania Asty

Setelah lulus kuliah, kita memiliki pilihan. Mau lanjut pascasarjana, kerja atau nikah, dll. Mencari kerja setelah wisuda dapat menjadi hal yang cukup menyenangkan sekaligus melelahkan. Menyenangkan karena kita bebas dari tekanan tugas, program kerja kepanitiaan atau skripsi. Melelahkan karena kita harus menunggu kabar pekerjaan di rumah sambil menganggur untuk beberapa minggu. Selama proses kita menunggu pengumuman pekerjaan kita hanya bisa dihantui oleh pertanyaan. Kira – kira keterima nggak ya? Gimana kalo aku keterima di luar kota? Kalo nggak keterima, aku ngelamar kemana lagi?

Beberapa waktu lalu, ada instastory yang viral dibicarakan banyak orang di instagram. Seorang (diduga) fresh graduate merasa tersinggung karena ditawari gaji 8 juta oleh perusahaan lokal. Alasannya, karena lulusan Universitas Indonesia, jadi merasa gajinya harus dibedakan dari gaji fresh graduate lulusan kampus lain. Lulusan UI selevel dengan perusahaan luar negeri, bukan hanya perusahaan lokal. Gimana nih pendapat Iriters?


Dalam hal ini saya lebih menyoroti tentang attitude, bukan soal gajinya. Sangat disayangkan, jika benar yang ditulis di postingan instagram stories itu, ia lulusan dari universitas berkualitas tapi attitudenya tidak berkualitas. Jangan sampai semua usahamu dalam kuliah, percuma karena urusan tawaran gaji. Sangat dangkal jika kita masuk sebuah universitas hanya karena nama besar tapi tidak dengan kualitasnya. Nyatanya dalam dunia kerja, attitude berpengaruh dan tak kalah penting dari skill.

Soal gaji fresh graduate, harusnya berapa, menurut saya sih ngga bisa dipatok secara saklek.  Setiap perusahaan memiliki standar gaji fresh graduate yang berbeda, sesuai posisi dan job desk masing – masing.

Kita sendiri ngga salah kok punya standar gaji yang diinginkan. Memang, dalam mematok gaji sebagai fresh graduate dapat menjadi hal yang cukup tricky. Jika mematok gaji terlalu tinggi, nanti dianggap sombong dan over confident dan jika kita mematok gaji terlalu rendah, kita bisa dianggap kurang menghargai kualitas diri sendiri.

Lantas bagaimana cara kita menentukan berapa gaji yang pantas?

Yang pertama, perhatikan perusahaan yang kita lamar. Perusahaan yang bonafit biasanya akan memberikan kita gaji yang menjanjikan meskipun kita fresh graduate dan memiliki pengalaman terbatas. Kerumitan, resiko dan skill pekerjaan kita juga berpengaruh dalam penentuan gaji, itu kenapa gaji orang – orang yang kerja di tambang perminyakan atau medan yang keras itu besar, karena resiko mereka terluka sangat besar dalam pekerjaan.


Pastikan skill yang kita tawarkan cukup menjanjikan dan berguna bagi perusahaan agar gaji sepadan dengan harapan kita. Saat melamar pekerjaan, kita harus menunjukkan prestasi dan pengalaman kita secara maksimal. Tunjukkan hasil prestasi kita dalam organisasi kampus atau magang. Tulis secara detail dalam curriculum viate. Tentunya yang berkaitan dengan pekerjaan yang akan dilamar ya. Prestasi menang lomba makan kerupuk di acara 17an kampung ga perlu disertakan.

Jangan lupa untuk lakukan research secara langsung maupun internet. Kira – kira berapa sih gaji fresh graduate dengan kemampuan dan pengalamanmu? Jangan asal mematok jumlah gaji tanpa melakukan research. Jika patokan gajimu jauh dari standar, nanti kita dicap buruk karena tidak tau kisaran gaji fresh graduate jaman sekarang.

Hitung juga pengeluaran dan kebutuhan sehari – hari dalam mematok gaji, hitung berapa persen gaji yang akan kita keluarkan untuk kebutuhan sehari – hari dan gaji yang untuk ditabung. Jangan sampai gaji habis untuk pengeluaran saja, nabung itu juga penting lho! Nah hal – hal diatas itu penting dalam menetapkan gaji fresh graduate.

Ngomong-ngomong, dulu gaji pertama iriters berapa? Ada yang sampai 8 juta?

No comments:

Post a Comment

Maaf ya iriters karena banyaknya spam yang masuk, semua komen dimoderasi dulu. Terimakasih sudah berkunjung :)