Friday, October 23, 2015

Tips Mengelola Keuangan Bagi Non Pegawai

"Suamimu kan wiraswasta, kalau bisa coba kamu cari peluang untuk jadi pegawai. Paling tidak ada salah satu dari kalian yang mendapatkan penghasilan tetap tiap bulan," emak pernah medengar seorang ibu mengatakan itu pada menantu perempuannya. Ish emak, nguping ya?

Emak rasa sih, bukan hanya ibu itu yang punya kekhawatiran mengenai penghasilan tidak tetap bagi non pegawai, banyak ibu-ibu lain yang merasakan hal serupa. Kecuali kalau anaknya wiraswasta yang sudah mapan. Sistem bisnisnya sudah jalan, sudah buka cabang dimana-mana, penghasilan minimal yang pernah diterima tiga puluh juta sebulan.

Yang namanya kerja wiraswasta atau pekerja mandiri (profesional), ritme gajiannya kan beda sama pegawai. Tanggal muda bagi pegawai bisa jadi tanggal tua bagi wiraswasta, begitupun sebaliknya saat orang mengalami syndroma tanggal tua, pekerja independen bisa hura-hura karena baru gajian.

Bulan ini dapat bayaran besar, bisa menyisihkan uang banyak untuk tabungan. Tapi bisa jadi, dua bulan ke depan tidak ada pemasukan, dan akhirnya harus mengorek tabungan lagi deh untuk biaya hidup sehari-hari, pfiuuuh.

Tiap hari rasanya deg-degaaan aja, besok gajian ngga yaaa...

Bekerja non pegawai memang menyenangkan. Soalnya kita jadi bos bagi diri kita sendiri. Kita bebas menetukan jam kerja sendiri, bebas menetukan tarif, dan lain sebagainya. Tapi ya kendalanya ada dalam pengelolaan keuangan. Tiap kali habis dapat honor, ngga bisa  terus mau seenaknya belanja-belanji, iya kalo setelah ini cepet dapet honor lagi, kalau ngga, makan apa coba besok?

Tapi kalau memang penggilan jiwanya ngga pengen jadi pegawai gimana? Masak dipaksa. Kalo kerja dengan terpaksa, yang ada, dalam tiga puluh hari kita hanya akan merasakan sehari surga yaitu pada saat gajian, dan 29 hari neraka karena sama sekali tidak menikmati saat bekerja. Iya ngga?!

Ya sudah mending kita cari jalan keluarnya aja yuk! Bekerja mandiri, tapi pengelolaan keuangannya tetap baik. Ini dia tips mengelola keuangan bagi non pegawai dari Mak Irits:

1. Membuat target. Karena bukan pegawai, yang gajinya sudah ditentukan oleh atasan, pekerja mandiri harus menentukan sendiri ingin dapat penghasilan berapa sebulan, kemudian berusaha mencapainya. Caranya adalah dengan membuat simulasi pengeluaran IDEAL. Jadi pada saat bikin simulasi ini, bikin sesuai keinginan kita, jangan dipres atau dihemat-hemat ya. Bikin sesuai gaya hidup yang kita inginkan, mulai dari kebutuhan primer, sekunder, dan tersier. Misal pengeluaran buat makan, uang sekolah, tabungan, rekreasi, beli baju baru, dll.

2. Mengusahakan untuk dapat penghasilan tetap bulanan. Bukan pegawai tapi dapet penghasilan tetap? Bisa loh. Caranya? Oke ambil contoh aja ya, pekerjaan sebagai penulis yang royalti baru cair enam bulan sekali, itupun belum pasti jumlahnya berapa. Penulis bisa mendapat penghasilan tetap bulanan dengan mejadi kontributor web misalnya. Cari yang kontrak kerjanya agak panjang misal enam bulan, atau setahun. Jadi lumayanlah selama enam bulan bisa ada kepastian uang masuk kira-kira berapa. Tapi tetep cari sampingan juga biar pemasukan lebih banyak. Contoh lainnya, pengusaha katering, bisa kerjasama dengan kantor tertentu jadi vendor yang menyediakan makan siang bagi para pegawainya, nego aja biar bisa dikontrak selama minimal enam bulan.

3. Membuat simulasi pengeluaran realistis. Setelah tahu berapa kira-kira uang yang akan diterima tiap bulan, coba sandingkan dengan simulasi keuangan idealis yang sudah dibuat tadi. Kalau bisa mencukupi sih asik, udah itu aja pedomannya, tapi ngga selamanya kenyataan seindah harapan kan. Kalo jadi lebih besar pengeluaran daripada pemasukan, nah disinilah kita perlu membuat simulasi pengeluaran yang realistis.

Dari simulasi pengeluaran ideal tadi coba ditilik kembali, mana ynag tidak begitu urgent dihapus. Atau ditekan sebisa mungkin pos pengeluaran yang ada. Misal biaya makan mungkin masih bisa dikurangi dengan menyederhanakan menu sehari-hari, rekreasi ngga perlu jauh-jauh, cukup dalam kota aja yang murah-meriah, dll.

coret yang tidak terlalu "urgent"


4. Ikut asuransi kesehatan. Pembiayaan di kala sakit itu ngga sedikit loh. Kalo kita ngga punya asuransi kesehatan, tiba-tiba sakit apalagi sampai opname (naudzubillahimindzalik, jangan sampe deh ya) bisa menghabiskan uang berjuta-juta. Kacaulah perencanaan keuangan kita. Tapi kalau ikut asuransi kesehatan yang sudah dibayar tiap bulannya dengan jumlah yang sudah kita ketahui sebelumnya jadi lebih ringan. Jangan berpikir rugi kalo kita ngga sakit, trus uangnya hangus. Yang harus ada dalam mindset kita, kalo sakit kita untung ada yang biayain, meski sebagian dari iuran perbulan kita juga, tapi kalo sehat dan ngga pernah dipake asuransinya ya lebih untung lagi!

Enaknya ikut asuransi apa nih? BPJS atau swasta. Kalo BPJS kan udah diwajibkan yah, dan memang kerasa banget manfaatnya terutama buat pengobatan gigi dan berobat jalan yang biasanya ngga ditanggung oleh asuransi swasta. Tapi kalau masih mau ikut asuransi swasta lagi buat tambahan oke juga. Karena asuransi swasta biasanya sekaligus investasi juga. Jadi uang yang kita setor tiap bulannya ngga serta merta hangus begitu saja.


5. Menabung. Terutama bagi kita yang non pegawai menabung itu penting pake banget. Sedini mungkin kita harus menyiapkan dana pendidikan untuk anak atau dana pensiun. Ya jaga-jaga kan, kalo udah tua dan produktivits udah menurun. Kalau sistem usaha sudah berjalan dengan sendirinya, udah jadi perusahaan raksasa, udah sanggup bayar pegawai dan kita tinggal ngawasin aja ya enak, harapannya begitu. Tapi kita harus tetap siap dengan segala kemungkinan terburuk kan?

Begitu menerima uang, post anggaran untuk tabungan lebih baik langsung disetorkan, kalo ngga takutnya malah kepake untuk hal lain yang ngga terlalu urgent. Bilangnya pinjem dulu tapi sampe bulan berikutanya ngga diganti-ganti :D

Kendala lainnya adalah udah menabung, tapi seringnya diambil lagi. Kalau untuk sesuatu yang penting dan darurat ngga apa-apa, karena itulah memang gunanya tabungan. Tapi kalau alasannya karena di toko sebelah sedang sale? Waw jangan ya!!!

jangan jadi kaya begini yaaa
Solusinya bisa ikut tabungan berjangka. Sistemnya, di awal kita sudah ada perjanjian bahwa tabungan ini harus rutin kita isi tiap bulan dengan nominal tertentu selama sekian tahun. Kalau belum jatuh tempo sudah mau diambil ya kena charge. Kalau sudah gitu pasti kan males ngambil ya. Selain tabungan berjangka pilihan lainnya adalah asuransi pendidikan, tabungan pensiun, dan investasi. Sekarang sudah banyak lembaga keuangan yang menyediakan layanan produk tersebut, salah satunya Sun Life Financial. Oh iya produk Sun Life ada yang syariah juga loh!

Nah, itulah lima tips mengelola keuangan bagi non pegawai ala Mak Irits. Moga bermanfaat ya...



23 comments:

  1. Kayaknya gue harus belajar irit nih, soalnya tiap bulan uang dah ludes gak kesisa padahal belum tengah bulan

    ReplyDelete
  2. saya yg pegawai juga mesti mencoba tips ini, haha

    tfs, Mak

    ReplyDelete
  3. yupz segera coret yg nggak perlu biar ntr gak kalap ya mak ... :)

    ReplyDelete
  4. Point terakhir yang masih suka saya langgar..hi..hi... di tabung tapi suka diambil lagi. Harus punya skala prioritas ya Mak, coret yang tidak perlu :)

    ReplyDelete
  5. Ya, kalau tak berminat untk jadi pegawai jangan memaksa, kata nenek itu berbahaya. :)
    Dan saya juga sepakat, bahwa penghasilan tetap tidak selamanya hanya dari pegawai saja.
    Sip, lengkap sekali tipsnya mak. Good luck ya, untk lombannya, dan Salam hangat dari Bondowoso.

    ReplyDelete
  6. Tipsnya keren ini, aku setuju deh, Mak Irits
    Karena nggak ada jaminan pemasukan tiap bulan, jadi harus smart mengatur keuangan. That's point :D

    ReplyDelete
  7. tulisan tangannya bagus eh jadi gagal fokus aku hehehe

    ReplyDelete
  8. simulasi pengeluaran itu aku lakukan sejak jaman kuliah mak, membantu banget utk mengelola keuangan

    ReplyDelete
  9. biasanya kalau aku antara simulasi dan kenyataan njomplang jauh mak, lebih banyak pengeluaran kenyataannya. Itu lho sumbangan-sumbangan tak terduga juga perlu dimasukkan ke simulasi

    ReplyDelete
  10. Ada lagi yg namanya keperluan tak terduga, kondangan, uwoo....
    Banyak pengeluaran. .. :D

    ReplyDelete
  11. Irit adalah satu hal yg ga pernah bisa aku terapkan dlaam hidup mak. Ngatur pendapatan sebisa.mungkin tp semua kalah kalo udah traveling urusannya hehehhehe

    ReplyDelete
  12. Bagus mb tips2nya, sy masih jdi pegawai sih.. suami sy wiraswasta. Tapi pingin bgt resign dan jdi freelancer. Bebas gitu kayaknya hidupnya. Hahaha...

    ReplyDelete
  13. Wahahahaha bener juga ya mbak :D kalau nyimpen uang di bank tapi masih ada ATM, kayaknya sama aja deh
    :D
    Komiknya lucuuuu :3

    ReplyDelete
  14. suamiku juga usaha sendiri nich, kudu ngikutin tips mami mi nich

    ReplyDelete
  15. Emang penting banget kalo masalah uang. Harus pinter ngelolanya biar ga amburadul keuangannya hehe

    ReplyDelete

Maaf ya iriters karena banyaknya spam yang masuk, semua komen dimoderasi dulu. Terimakasih sudah berkunjung :)